Jun

1

Dosen UB Pembicara dalam Konferensi UNESCO
28 Mei 2010
Dosen FMIPA UB Dra. Fatchiyah, MKes., PhD., telah diundang sebagai penelis dalam konferensi UNESCO tentang Capacity Building of Life Sciences pada 24 Mei 2010 di Yogyakarta. Selain di Indonesia, kegiatan yang diselenggarakan oleh UNESCO Asia itu juga diselenggarakan di tiga kota di Asia Tenggara yaitu Bangkok, Hanoi, dan Manila sejak Oktober 2009 sampai April 2010. Konferensi kali ini terselenggara atas kerjasama antara UGM dengan Osaka University, Jepang. Demikian ungkap Fatchiyah kepada PRASETYA Online, Jum’at (28/5).
Lebih lanjut Fatchiyah menuturkan, tujuan dari konferensi adalah mendesain program pelatihan yang berbasis pada bioteknologi untuk peneliti muda di kawasan Asia Tenggara. Untuk mewujudkan tujuan ini, UNESCO mengundang berbagai komponen masyarakat yang terlibat langsung atau tidak langsung dengan bioteknologi seperti peneliti dan pakar IPTEKS, pihak penentu kebijakan, pejabat di tingkat fakultas maupun universitas, pelaku industri dan alumni. Segenap komponen masyarakat ini bersama-sama merumuskan opini dan ide-ide yang cemerlang guna menetapkan UNESCO Biotechnology Program yang tepat pada periode 2011 – 2020 mendatang. Program Bioteknologi UNESCO sendiri telah ada sejak 1973 dengan nama program The International Post Graduate University Course in Microbiology dan diperbaharui pada 2004 dengan nama The UNESCO Postgraduate Inter University Course in Biotechnology.
Kegiatan dibuka oleh Prof. Kapti Rahayu Kuswanto (UGM) diteruskan oleh ketua panitia dari Osaka University Prof. Satoshi Harashima (Director of International Center for Biotechnology, Osaka University). Pemateri yang hadir diantaranya Dr. Linda S Posadas yang menjelaskan tentang kebijakan UNESCO, Dr. Nizam dari BPPT dengan materi kebijakan pengembangan SDM Indonesia dalam pengembangan IPTEKS, serta Ketua LIPI Prof. Umar Anggara Jenie dengan materi kebijakan LIPI untuk meningkatkan SDM Indonesia dalam mencetak calon-calon peneliti berkualitas international. LIPI sendiri sejak 2009 telah membuka research school yang dinamai International Center for Interdiciplinary and Advanced Research (ICIAR). Sementara itu wakil dari Osaka University hadir dengan materi Global Commitment and Strategy. Sebuah program yang didanai pemerintah Jepang untuk meningkatkan kualitas penelitian di level undergraduate dan graduate students. Kegiatan ditutup oleh Rektor UGM Prof. Sudjarwadi dan Prof. Eiichiro Fukusaki.
Dalam sesi diskusi hadir sebagai narasumber Dr. Purwaty Lee Couhault (wakil alumni UGM ), serta dari kalangan akademisi Dr. Intan Achmad (ITB) dan Prof. Widya Asmara (UGM). Pada sesi ini para narasumber mengungkapkan peran masing-masing dalam peningkatan kualitas SDM di bidang Bioteknologi. Selain Fatchiyah, hadir pula sebagai panelis Prof. Cece Sumantri (IPB), Dra. Maizer Said Nahdi, MSi (UIN Kalijaga Yogyakarta), Prof. Suranto (UNS) dan Dr. Sugiyono (Unsoed Purwokerto). Sesi terakhir menghadirkan narasumber Prof. Joedoro Soedarsono (UGM), Dr. Koesnandar (BPPT), Prof. Takuya Nihira (Osaka University) dan Dr. Irfan D. Priyambada (UGM) yang menyimpulkan hasil diskusi opini-opini dan ide-ide untuk program UNESCO selanjutnya.
Fatchiyah menambahkan, program UNESCO selanjutnya akan difokuskan pada Program Master Degree for Biotechnology peningkatan kualitas SDM pada calon peneliti muda dari negara-negara Asia seperti Mongolia, Kamboja, Myanmar dan Laos dengan lokasi studi (selain universitas di Jepang) di Thailand, Indonesia, Philipina, dan Vietnam. Tidak menutup kemungkinan, mahasiswa berasal dari empat negara penyelenggara studi. Dengan mekanisme studi satu tahun beasiswa diperoleh dari negara yang bersangkutan dan tahun kedua dengan dana UNESCO.[fat/nun] Source: http://prasetya.ub.ac.id/

Comment Feed

No Responses (yet)



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

CAPTCHA Image
*